Minggu, 25 Desember 2011

Lokasi Wisata Nusantara (2)

Pulau Nias

Lompat Batu

Surfing



Pulau Banyak -  Aceh Singkil


Labuanbajo - Flores


Taliwang - Sumbawa Barat


Moyo Island


Ruteng - Traditional House


Danau Kelimutu

Gambar: berbagai sumber

Jumat, 23 Desember 2011

Catat Rekor Muri, Ribuan Anggota Pramuka Main Angklung 10 Jam

HUJAN yang mengguyur kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) tidak menyurutkan ribuan anggota Gerakan Pramuka Jabar untuk membuat rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) bermain angklung terlama. Mereka terus bermain angklung sekalipun hujan deras mengguyur Kota Bandung, Kamis (22/12) siang.

Mereka pun dengan setia menunggu kehadiran Ka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar, Dede Yusuf dan Duta Pramuka Jabar, Charlie van Houtten. Begitu hujan reda, orang yang ditunggu-tunggu tiba dan langsung menyapa mereka di atas panggung. Saat itu, Dede Yusuf dan Charlie tiba didamping Sandy Yusuf (isteri Dede Yusuf). Kedatangan orang yang berpengaruh bagi anggota Pramuka Jabar ini seolah memberi semangat bagi para anggota untuk terus berusaha menciptakan rekor bermain angklung terlama di Indonesia selama kurang lebih 10 jam.

ADE BAYU INDRA/"PRLM"
Sumber Gambar klik


Tidak menunggu waktu lama, Dede Yusuf, Charlie, dan Sandy Yusuf langsung mengajak seluruh anggota pramuka untuk memainkan angklung bersama. Mereka menyanyikan "Jangan Takut Menjadi Indonesia" ciptaan Charlie pentolan grup ST 12. Kemudian disusul lagu "Manuk Dadali" dan "Padamu Negeri". Saat itu, Charlie pun berkesempatan menyanyikan "Aku Terjatuh" dan "Kau Gadis yang Cantik" yang diiringi musik angklung oleh ribuan anggota Pramuka. Alhasil, pergelaran angklung terlama ini pun semakin meriah.

Dalam sambutannya, Dede mengatakan, angklung sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, khususnya Jabar. Apalagi angklung sudah diakui dunia melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Karena itu, Pemprov Jabar tak akan berhenti untuk menggelorakan angklung kepada generasi muda.

"Kemarin di Bogor, sudah diciptakan angklung terbanyak lebih dari 10.000 orang. Sekarang kita ciptakan bermain angklung terlama selama 10 jam yang dimainkan oleh 65 grup dari berbagai daerah," tambahnya.

Sementara Charlie van Houtten yang dimintai komentarnya mengatakan, antusuias anggota Pramuka sangat luar biasa, terutama kekompakannya untuk menciptakan rekor Muri. Apalagi, yang diangkat adalah masalah budaya, khususnya angklung.

Ketua pelaksana bermain angklung terlama, Cecep Pramulyana mengatakan, selama ini belum ada orang di Indonesia menciptakan rekor terlama bermain angklung secara medley. Karena itu, lanjutnya, sekalipun baru sudah lima jam para anggota Pramuka dari enam kwarcab di Jabar bermain angklung, sebenarnya rekor itu sudah terpecahkan. 

"Namun tekad kami ingin menciptakan rekor Muri bermain angklung terlama minimal 10 jam. Diperkirakan baru pukul 22.00 WIB malam kami akan berhenti," ujarnya


Sumber:http://www.klik-galamedia.com

Lokasi Wisata Nusantara (1)

Kemana Anda Liburan Akhir Tahun?
Berikut sebagian lokasi wisata nusantara yang bisa menjadi tujuan liburan akhir tahun anda.

PULAU WEH





PULAU RUBIAH





BANDA ACEH



Museum Tsunami

KOTA LHOKSEUMAWE






KOTA MEDAM



Istana Maimun

DANAU TOBA

Danau Toba


Pulau Samosir

BUKIT TINGGI

Ngarai Sianok

kereta api di lembah anai221 4 Lembah di Sumatera Barat yang Mempesona
Lembah Anai

tanjuangjaro1 4 Lembah di Sumatera Barat yang Mempesona
Lembah Harau


Jam Gadang

BANGKA


BELITUNG


KEPULAUAN RIAU

Kepulauan Anambas


Kepulauan Anambas

RAJA AMPAT


BUNAKEN


PULAU KOMODO


BROMO


TABANAN








to be continue../
Gambar dari berbagai sumber

The Raid - Film Indonesia yang Mengguncang Dunia

Menempatkan film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri tidak gampang. Upaya ini sudah beruntun dilakukan dengan sejumlah kebijakan. Terakhir dengan pengenaan pajak impor yang dirasa cukup tinggi untuk praktisi importir film sehingga mengundang protes. Namun upaya itu belum juga berhasil karena meski jumlah film impor berkurang, penonton bioskop tak juga beralih memilih film Indonesia sebagai hiburan utamanya.
Konon masalahnya karena film-film lokal masih dianggap belum bisa bersaing kualitasnya dengan film impor sekelas film Hollywwod. Oleh karena itu mendengar filmThe Raid (Serbuan Maut) mendapat sambutan luar biasa di Hollywood (AS), Kanada, dan negara-negara lainnya, ibarat setetes air penghilang dahaga. Sekaligus ini memberi gambaran bahwa sebenarnya film Indonesia jika digarap intens bisa "menjual" di pasar dunia. Tentu saja pada akhirnya ikut mengharumkan nama Indonesia di percaturan dunia seni internasional.
Film ini sebenarnya sederhana kalau dilihat dari sisi tema. Setting-nya berlokasi di daerah kumuh di Jakarta. Diceritakan bahwa sebuah pasukan elit (di Amerika disebut sebagai SWAT) mendapat tugas untuk menyerbu markas penjahat untuk meringkus gembong kriminal pengedar narkoba yang berada di sebuah gedung bertingkat.
Mengetahui sedang diincar, kelompok penjahat narkoba itu membuat perangkap agar mereka bisa kabur sambil menjebak pasukan tersebut. Pasukan elit itu terperangkap di lantai enam. Tentu saja mereka tak bisa tinggal diam. Demi menyelesaikan misinya mereka pun berusaha mencari cara agar bisa keluar dan menyelesaikan tugasnya.
Tema itu menjadi menarik karena digarap dengan model sinematografi "standar" Hollywood. Sehingga meski tema terasa biasa-biasa saja, secara film keseluruhan The Raid amat menarik. Pengambilan gambarnya sangat menakjubkan. Ketegangan demi ketegangan terjaga ritmenya. Penghargaan yang diraih di Festival Film Toronto 2011 untuk kategori "The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award" menjadi salah satu bukti betapa film ini layak diputar di bioskop-bioskop dunia. Setelah itu sejumlah negara siap memutarnya seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Australia, dan sebagainya.
Liputan media dunia pun memberi kesan lain yang membanggakan. Tengok laporan Hollywoodreporter.com: "Toronto 2011: Hot Indonesian Action Movie 'The Raid' Sells Out the World (Exclusive)". Disebutkan, film itu sudah terjual hak edarnya di kawasan Rusia, Skandinavia, Benelux (Belanda, Belgia, Luxemburg), Islandia, dan Italia. Juga untuk kawasan Amerika Latin, Asia Selatan termasuk India, dan Korea Selatan. Pendeknya, film itu begitu laris sampai-sampai Gareth Evans, sang sutradara dan penulisnya, terus diburu agen Hollywood. Bahkan media lain menyebutkan, Hollywood sudah siap menggarap ulang film itu dengan versi Hollywood
.
Film ini digarap Garets Evans, sutradara asal Inggris yang sekarang menetap di Indonesia dan banyak menggarap film-film Indonesia. The Raid dibintangi oleh Doni Alamsyah, Ananda George, Yayan Ruhian, Ray Sahetapy, Verdi Solaiman, dan Joe Taslim.
Meski sudah mengguncang dunia The Raid baru akan diputar di Indonesia pada Januari 2012. Pada saat itu Indonesia bisa melihat perbedaan film ini dibanding film-film Indonesia yang sekarang banyak beredar di bioskop-bioskop Tanah Air yang didominasi film tentang pocong.

Rabu, 21 Desember 2011

KEINDAHAN PULAU KOMODO

Kehadiran Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu nominator kompetisi voting populer "New 7 Wonder" saat ini cukup mengundang daya tarik. Kontroversi yang menyertai ajang tersebut tentu sama sekali tidak berpengaruh pada upaya-upaya intensif untuk terus menjaga kelestarian taman yang pada 1986 ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Taman Nasional Komodo terletak antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur ini mencakup tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil dengan wilayah darat seluas 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km². Secara administratif kawasan ini terletak di dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Taman Nasional yang ditetapkan sebagai kawasan pelestarian hutan oleh menteri Kehutanan dengan luas 132.572 Ha ini pada awalnya dibentuk dengan tujuan melestarikan spesies komodo atau kadal raksasa yang unik dan langka.

Komodo yang dikenal dengan nama ilmiah Varanus komodoensis adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Oleh penduduk setempat, komodo kerap disebut Ora.

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.



Komodo ditemukan pada 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional didirikan untuk melindungi mereka.



Sebenarnya daya tarik Taman Nasional Komodo tidak semata-mata oleh kehadiran Komodo belaka. Seperti yang saya kutip dari situs resmi Kementerian Kehutanan yang mengelola situs Taman Nasional Komodo ini, panorama savana dan pemandangan bawah laut merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya, memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.



Beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

1. Loh Liang: merupakan daerah konsesi wisata yang dikelola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan, pengamatan burung, bermain kano dll.




2. Pantai Merah: merupakan pantai dangkal yang indah dengan terumbu karang yang menawan. Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling atau mandi matahari.




3. Loh Sebita: Loh Sebita merupakan daerah mangrove dan aktivitas yang cukup menarik untuk dilakukan adalah pengamatan burung serta trekking.



4. Loh Buaya: merupakan daerah konsesi wisata yang dielola oleh PT. Putri Naga Komodo (PT. PNK). Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, kerbau, burung, monyet ekor panjang, kuda liar, pengamatan burung, bermain kano, dll.



5. Pulau Kalong: Aktivitas yang dapat dikunjungi antara lain pengamatan koloni kelelawar dalam jumlah yang cukup besar. Pengamatan paling menarik dilakukan pada saat sore hari dimana kelelawar mulai keluar untuk mencari makan.



6. Golo Kode: Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat disaksikan dari tempat ini.





7. Selat Molo: selat yang memiliki arus deras seperti air sungai yang mengalir pada saat pasang.

Terdapat 36 situs penyelaman di dalam kawasan TN. Komodo. Yang sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam dan snorkeling yakni: Pulau Tatawa, Pantai Merah, Gililawa Laut, Loh Dasami, Pillar Steen, Batu Bolong dan Taka Makasar.

Untuk mencapai tempat ini bisa dilakukan lewat jalan Lewat darat melalui Bali - Mataram (P. Lombok) – Bima - Sape (P. Sumbawa), kemudian diteruskan dengan perjalanan menggunakan kapal feri setiap hari menuju Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo pengunjung dapat berkunjung ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal boat atau speedboat. Alternative lain adalah melalui udara, pengunjung dapat menggunakan transportasi udara dari Bali (Denpasar) menuju Labuan Bajo setiap hari dengan maskapai penerpangan yang ada diantaranya; Indonesian Air Transport (IAT), Merpati, dan Trigana Air.

Koran News 23 Nov, 2011